Saturday, September 1, 2018

Pesan Menpora Malaysia kepada Sang Atlet yang Merasa Dicurangi di Pencak Silat Asian Games 2018

Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq, mengakui masih bangga dengan apakah yang dicapai atletnya Mohd Al Jufferi Jamari yang tampil di cabang berolahraga (cabor) pencak silat. Walau mesti pilih kalah serta mencapai perak, tapi Saddiq terasa senang dengan perolehan sang atlet.

Baca Juga : KA Cimalaya Ekspres dan Harga Tiket KA Cimalaya Ekspres

Pada Asian Games 2018, Jufferi yang berstatus juara dunia mesti mengaku kelebihan wakil Indonesia, Komang Harik Adi Putra di nomer tanding kelas E (65-70 kg) putra. Jufferi pilih mundur dari laga sesudah terasa dicurangi wasit pada posisi 1-4 serta waktu tersisa dua detik akhir pertandingan selesai.

Walau demikian, Syed Saddiq tidak menyesali pilihan Jufferi untuk mundur. Bukan karena masalah benar ataukah tidak, tapi apakah yang sudah diraih Jufferi telah membuatnya bangga. Ditambah lagi Jufferi juga salah satunya atlet yang membesarkan hati Malaysia di cabor pencak silat.

Baca Juga : Jadwal KA Cimalaya Ekspres dan KA Jaka Tingkir

"Saya jelaskan pada dia (Jufferi), saya akan tidak terima permintaan maafnya karena saya tidak paham mengapa dia mohon maaf. Saya begitu senang serta bangga akan perolehan beliau," kata Syed di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah.

"Saya ketahui dia down tetapi janganlah bersedih karena dia ialah pemain nomer satu dunia serta saya pikir akan terdapat beberapa lagi kemenangannya yang akan diraih," imbuhnya.

Baca Juga : Harga Tiket KA Jaka Tingkir dengan Jadwal KA Jaka Tingkir

Syed juga memohon penduduk Malaysia tidak untuk mempersalahkan beberapa pemain. Akan tetapi keberuntungan memang tidak berpihak pada Malaysia yang akhrinya mesti senang mencapai medali perak. "Janganlah kadang-kadang salahkan pemain kita, tetapi jika kita lihat perform yang diperlihatkan saya pikir itu teramat baik. Saya bangga dengan dia meskipun pada laga barusan akhirnya tidak berpihak pada kita," tutupnya.a

No comments:

Post a Comment