“Semalam saya baru mendapatkan info dari sosial media, lalu disusul info yang sama dari Mas Emil (Wakil gubernur dipilih Emil Dardak),” tutur Khofifah menjawab pertanyaan wartawan selesai memberikan tausiyah peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah di Lapangan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/9).
Baca Juga : KM Umsini dan Harga Tiket KM Umsini
Khofifah mengakui tidak sempat di konfirmasi awal mulanya. Bahkan juga Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama ini mengakui telah jauh-jauh hari mengemukakan kemauannya untuk tidak masuk di TKD Jawa timur tetapi masih mensupport pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
“Saya telah berjumpa dengan Pak Jokowi serta Kiai Ma'ruf sesudah mendaftarkan ke KPU. Pada team, saya mengemukakan, tolong saya tidak perlu dimasukkan (TKD Jawa timur). Agar saya dapat lebih fleksibel bangun komunikasi dengan banyak komune di Jawa timur,” katanya.
Berkaitan sikapnya menampik masuk TKD, Khofifah tidak akan menyampaikannya ke team sebab ia belumlah mendapatkan konfirmasi langsung dari Ketua TKD Jawa timur pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. “Saya tidak bisa ge-er (gede perasaan) sebab saya terasa tidak sempat di konfirmasi. Misal saya di konfirmasi, saya akan mengemukakan semestinya saya tidak didalam (TKD Jawa timur), demikian,” tutur Khofifah.
Baca Juga : Harga Tiket Kapal KM Umsini dengan KM Gunung Dempo
Ihwal pencantuman nama Khofifah seperti yang tercatat dalam Lampiran Surat Ketetapan No: 016-A/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018. Tidak cuma Khofifah, nama sang wakil, Emil Elestianto Dardak juga tercantum disana. Awal mulanya, nama Khofifah serta Emil tidak masuk dalam susunan team akan tetapi sesudah dikerjakan revisi, Rabu (19/9) malam, nama Khofifah masuk dalam susunan dewan penasihat serta Emil Dardak menjadi dewan pengarah.
Awal mulanya, Khofifah serta Emil memang jauh-jauh hari mengatakan supportnya pada Jokowi. Baginya, kepala daerah mesti mengawasi netralitas di Pemilihan presiden 2019. Akan tetapi dia memberikan, dengan pribadi ia mempunyai hak untuk memastikan arah support. “Sebagai pribadi, saya miliki pilihan. Sama dengan sampeyan, wartawan kan netral, tetapi menjadi pribadi sampean tentu memakai hak pilih politik kan,” tutur Khofifah.
Baca Juga : Jadwal KM Gunung Dempo dengan Jadwal Kapal KM Gunung Dempo
Saat bertanding dalam Pilgub Jawa timur 2018 menantang Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDI-P, PKB, PKS serta Gerindra, Khofifah serta Emil malah diusung konsolidasi Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PPP, Hanura dan partai politik non parlemen, PKPI.
No comments:
Post a Comment