Thursday, September 6, 2018

Pengamat: Asian Games Dongkrak Elektabilitas Jokowi

Pengamat politik dari Kampus Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyebutkan keberhasilan acara Asian Games 2018 di Jakarta serta Palembang ikut mengangkat kepopuleran akan capres Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga : Bus Haryanto dan Harga Tiket Bus Haryanto

"Petahana diuntungkan dapat lakukan apakah yang dimaksud imaging policy, semua kebijakan, pekerjaan, kegiatan memberikan efek pada citra. Asian Games citranya positif, pasti insentif elektoral untuk jokowi," kata Ubedilah di Jakarta, Selasa (4/9).

Menurutnya, walau citra positif dari pesta berolahraga paling besar ke-2 didunia itu setidak nya akan berefek selama 2018, belumlah pasti bisa mengangkat kepopuleran sampai 2019. "Apa citra positif itu dapat bertahan sampai 2019 kita tidak dapat meramalkan karena banyak peristiwa yang mungkin akan memunculkan interpretasi politik dalam beberapa waktu ke depan," kata Ubedilah.

Baca Juga : Jadwal Bus Haryanto dan Bus Putera Mulya

Team pemenangan Jokowi serta pasangannya, Ma'ruf Amin, disarankannya selalu berfikir kreatif untuk mempersiapkan satu team yang bisa jadi representasi golongan muda karena pasangan itu mempunyai kekurangan dari bagian support generasi milenial.

Ada juga kelebihan komunikasi Jokowi dinilai Ubedilah bisa keluarkan pengakuan yang memvisualisasikan apa yang ada serta kesederhanaan hingga gampang dibaca rakyat, tapi di lain sisi pemilih rasional menilainya figur Presiden semestinya terlihat berwibawa serta pintar.

Baca Juga : Harga Tiket Bus Putera Mulya dan Jadwal Bus Putera Mulya

Pada Asian Games 2018, beberapa olahragawan Indonesia sukses merampas 31 medali emas, yang jadi pencapaian medali emas paling tinggi Indonesia selama keikutsertaan di Asian Games, melebihi tujuan awal yaitu 16 medali emas. Selanjutnya, Indonesia juga sukses jadi negara terunggul ke empat di Asian Games 2018. Presiden Joko Widodo juga sudah menyerahkan bonus pada beberapa atlet serta pelatih yang mencapai medali dalam arena Asian Games 2018 di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9).


No comments:

Post a Comment