Friday, October 5, 2018

Emas Melemah Akibat Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (5/10), dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS ke level paling tinggi dalam tujuh tahun. Akan tetapi pelemahan di pasar saham meredam kejatuhan emas selanjutnya.

Baca Juga : Bus Bejeu dan Harga Tiket Bus Bejeu

Kontrak emas sangat aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 1,3 atau 0,11 %, jadi US$ 1.201,60 per ounce. Beberapa analis menyampaikan jika meningkatnya imbal hasil obligasi selalu menarik investor dari emas, sebab imbal hasil obligasi 10 tahun AS melompat hampir 3,2 %, tingkat paling tinggi semenjak 2011.

Data ekonomi kuat paling baru juga tingkatkan peluang Federal Reserve AS meningkatkan suku bunganya pada Desember serta 2019, yang pada gilirannya akan menguatkan dolar AS. Saat dolar AS naik jadi emas umumnya jatuh, sebab membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS tambah mahal buat beberapa investor yang memakai mata uang yang lain.

Baca Juga : Jadwal Bus Bejeu dan Bus Sugeng Rahayu

Akan tetapi, penurunan tajam dalam ekuitas pada Kamis meredam kejatuhan emas sebab Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 200,9 point (0,75 %) sampai 26.628. Saat ekuitas membukukan kerugian, logam mulia umumnya naik, sebab investor mencari aset-aset safe-haven seperti emas.

Dalam perubahan lainnya, konsolidasi pemerintahan di Italia dilaporkan sudah mengambil keputusan tujuan defisit biaya yang lebih rendah sebesar 2,1 % dari PDB untuk 2020 serta 1,8 % dari PDB pada 2021. Perihal ini menentramkan perasaan takut beberapa investor.

Baca Juga : Harga Tiket Bus Sugeng Rahayu dengan Jadwal Bus Sugeng Rahayu

Mengenai logam mulia yang lain, perak untuk pengiriman Desember turun 8 sen AS atau 0,55 %, jadi US$ 14,59 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun US$ 11,20 atau 1,34 %, jadi US$ 824,50 per ounce.


No comments:

Post a Comment