Tuesday, March 20, 2018

Agar Kapal Besar Merapat, Pelindo III Keruk Teluk

PT Terminal Teluk Lamong, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) juga akan mengeruk kolam pelabuhan sampai kedalaman 16 mtr. manfaat mengakomodasi kapal-kapal berbobot tambun.

Direktur Paling utama TTL, Dothy menyebutkan sekarang ini kedalaman kolam pelabuhan di Teluk Lamong menjangkau 14 mtr. muka air laut (LWS). Kolam sedalam itu menurut dia telah dapat mengakomodasi kapal-kapal berbobot mati 80. 000 ton.

Satu diantara kapal terbaru yang merapat yaitu MV Bulk Japan yang berbobot mati 82. 951 ton. Kapal curah kering berbendera Liberia itu jadi kapal curah paling besar yang berkunjung di Teluk Lamong. Dothy mengatakan, makin besar ukuran kapal, potensi efisiensi yang dapat dicatat juga makin tinggi untuk aktor industri logistik.

Dia memberikan, pihaknya telah menggelontorkan dana untuk membuat infrastruktur di Teluk Lamong. Dengan kehadiran kapal besar, Dothy menilainya investasi yang dikerjakan perseroan telah mulai membawa hasil. " TTL begitu siap melayani kapal memiliki ukuran besar karna sekarang ini mempunyai kedalaman kolam pelabuhan sampai -14 mtr. LWS (dibawah permukaan air), nanti juga akan dikeruk jadi -16 mtr. LWS, ” terang Dothy, Selasa (27/2/2018).

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Dobonsolo

Menurut Dothy, kesiapan infrastruktur pelabuhan serta dampaktivitas operasional bongkar muat jadi aspek perlu untuk menarik ketertarikan kapal-kapal asing memiliki ukuran besar bertumpu di pelabuhan Indonesia. Terlebih dulu, kapal asing malas singgah karna infrastruktur pelabuhan pelabuha di Indonesia kurang mencukupi hingga kapal lebih pilih transit di negara beda.

Di Terminal Teluk Lamong, sistem bongkar muat dikerjakan semi automatis. Bongkar muat curah kering soya bean meal (bahan pakan ternak) juga di dukung perlengkapan berbentuk 2 unit grab ship unloader memiliki sampai 2. 000 ton /jam per unit. Bahan curah kering lantas diangkut memakai 2 lane conveyor segera ke silo serta gudang memiliki keseluruhan sampai 200. 000 ton.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal - Harga Tiket Pelni

Apabila keadaan cuaca kondusif, kecepatan bongkar muat curah kering di TTL dapat menjangkau rata-rata 20. 000 ton /hari. Walhasil, kapal memiliki semacam dengan MV Bulk Japan dapat merampungkan bongkar muat serta pembersihan maksimum empat hari. “Kapal MV Bulk Japan asal Brazil meyakini TTL untuk jadi single port (hanya satu tujuan pelabuhan) di Indonesia untuk membongkar semua muatan, ” tambah Dothy.

No comments:

Post a Comment