Thursday, September 6, 2018

KPU: Larangan Mantan Koruptor untuk Cegah Korupsi Terulang

Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Ilham Saputra mengutarakan, pihaknya membuat ketentuan larangan bekas koruptor jadi calon legislatif untuk menahan terjadinya masalah korupsi yang dikerjakan anggota legislatif. Menurut Ilham, KPU memiliki kepentingan selamatkan bangsa Indonesia sekarang ini serta di hari esok.

Hal seperti ini dikatakan Ilham menyikapi penentuan jadi terduga 22 DPRD Kota Malang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena disangka suap serta gratifikasi.
Sampai sekarang, keseluruhan ada 40 anggota DPRD Malang yang jadi terduga dari jumlahnya 45 anggota DPRD yang ada. Bahkan juga, 21 salah satunya sekarang sudah ditahan.

Baca Juga : Bus Garuda Mas dan Harga Tiket Bus Garuda Mas

"Berarti gini, di Sumut, Kota Malang serta sebagian orang itu sebenarnya telah ada yang korupsi, masuk lagi, korupsi lagi di DPR. Ini ialah ikhtiar kami, usaha kami supaya beberapa hal semacam ini tidak berlangsung karena ada dampak kapok," tutur Ilham selesai diskusi bertopik "Pemilu Memiliki integritas" di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut Ilham, ada kekuatan orang yang telah lakukan korupsi akan lakukan korupsi. Hal itu, katanya, dapat membuat masalah buat bangsa. Karenanya, KPU berusaha menahan hal itu dengan lakukan terobosan hukum seperti ditata dalam dua Ketentuan KPU.

"Kita tidak ingin hal tersebut berlangsung serta apakah yang kami putuskan juga input dari penduduk. Penduduk mungkin telah gemas lihat tingkah laku semacam ini hingga lalu kok KPU tidak beri terobosan hukum? Berikut (dua PKPU) terobosan kami," tandas dia.

Seperti di ketahui, larangan bekas terpidana masalah korupsi jadi calon legislatif DPR serta DPRD ditata dalam Masalah 4 ayat (3) PKPU 20/2018 mengenai Penyalonan Anggota DPR, DPRD Propinsi serta DPRD Kabupaten/Kota. Masalah itu berbunyi 'dalam seleksi akan calon dengan demokratis serta terbuka seperti disebut pada ayat (2), (parpol) tidak mengikutkan bekas terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual pada anak, serta korupsi'.

Baca Juga : Jadwal Bus Garuda Mas dan Bus Harapan Jaya

Larangan yang sama pula laku buat calon anggota DPD. Pada masalah 60 huruf (j) PKPU 26/2018 mengenai Pergantian Ke-2 atas PKPU 14/2018 Mengenai Penyalonan Anggota DPD yang mengatakan, 'perseorangan peserta pemilu bisa jadi akan calon perorangan peserta pemilu anggota DPD sesudah penuhi prasyarat bukan bekas terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual pada anak, serta korupsi'.

Seirama dengan itu, Ketua KPU Arief Budiman sempat menyampaikan pihaknya menilainya dua PKPU itu adalah salah satunya langkah selamatkan negara ini dari masalah korupsi.

"Ada kebutuhan yang semakin besar yang kami pikirkan (dengan ketentuan larangan bekas koruptor) serta kami menilainya ini salah satunya langkah supaya kami mengawasi bangsa ini bukan untuk kebutuhan saat ini, tapi kebutuhan yang akan tiba," kata Arief.

Arief bercerita, saat perancangan PKPU 14/2018 mengenai Penyalonan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibicarakan, tidak ada satupun yang mempermasalahkan. Walau sebenarnya, katanya, didalam perancangan PKPU itu ada larangan bekas terpidana jadi bacaleg DPD.

Perbincangan yang alot, kata Arief, muncul saat perancangan PKPU 20/2018 mengenai Penyalonan DPR, DPRD Propinsi serta DPRD Kabupaten/Kota dibicarakan. Pada saat itu, katanya, KPU berdebat panjang dengan partai politik, pemerintah, DPR serta termasuk juga dengan Bawaslu.

Baca Juga : Harga Tiket Bus Harapan Jaya dan Jadwal Bus Harapan Jaya

"Waktu itu, minta maaf, kami sudah sempat sendirian karena tanggapan belumlah demikian cepat serta luas. Lalu, kami berikan jangan-jangan kita yang aneh. Serta saya bertanya diri pribadi, apakah kita yang salah? Saya tekuni lagi, teliti lagi serta kami meyakini ini langkah kita mengawasi bangsa ini bukan untuk kebutuhan saat ini tapi untuk kebutuhan yang akan tiba," jelas dia.

Arief bersukur karena sesudah lewat perbincangan panjang, dua PKPU ini pada akhirnya disahkan serta diundangkan hingga laku resmi serta mengikat semua peserta pemilu serta penyelenggara. Menurutnya, dua PKPU itu jadi alat pengingat serta warning untuk menahan orang lakukan korupsi.

"Ingat jika dua PKPU ini menjadi serta semoga tidak dibatalkan karena itu kebanyakan orang akan tahu, sekali lakukan tiga type pidana itu (masalah korupsi, kejahatan seksual anak serta masalah narkobah), karena itu tidak akan dapat maju jadi calon legislatif lagi. Menjadi, petinggi diingatkan, jika kerjakan tiga type pidana ini, karena itu di pemilu selanjutnya, tidak bisa turut pemilu," tuturnya.


Gubernur Maluku Utara Dukung Jokowi Dua Periode

Gubernur Propinsi Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba (AGK), yang juga kader PKS, mensupport Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Republik Indonesia dua periode pada Penentuan Presiden 2019. "Pada pemilihan presiden saya junjung Jokowi. Bukan karena PDIP mensupport menjadi cagub Maluku Utara (Malut), tapi aspek Jokowi masih tetap diperlukan untuk meneruskan dua periode," tuturnya di Ternate, Selasa (4/9).

Baca Juga : Bus Agra Mas dan Harga Tiket Bus Agra Mas

Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba sendiri adalah kader Partai Keadilan Sejahtra (PKS) yang bergabung mensupport pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Menurut dia pilihan untuk masih mensupport Jokowi bukan karena partai yang mengusungnya pada penentuan gubernur, tetapi ada kecocokan misi serta visi, karena Jokowi ialah figur yang begitu dekat baik dengan pribadi ataupun dengan penduduk biasanya. "Ditambah lagi saat pimpin Jokowi cukuplah sukses dalam bangun republik ini," tuturnya.

Baca Juga : Jadwal Bus Agra Mas dan Bus EKA

Selanjutnya, orang nomer satu di Pemerintah Propinsi Malut ini menyampaikan sewaktu kepemimpinan Jokowi-JK, menjadi Presiden serta Wakil Presiden RI, begitu memerhatikan Malut, seperti infrastruktur baik pelabuhan, bandara hawa ataupun jalan.

"Coba disaksikan serta dicek di lapangan, dari mulai Kepulauan Sula, Taliabu, Halteng serta Haltim jalan telah mulai tersambung karena adalah jalan nasional yang dibuat oleh Balai Jalan serta Jembatan, meskipun belumlah semua dikerjakan, tetapi buktinya telah ada," tuturnya.

Baca Juga : Harga Tiket Bus EKA dengan Jadwal Bus EKA

Berkaitan ramainya rumor 2019 ubah Presiden yang tersebar di sosial media, ia tegas menyampaikan 2019 Presiden tidak akan ditukar. Oleh karenanya, politisi asal PKS ini memohon supaya pemilih di Malut memberi supportnya buat kemenangan Jokowi/Ma'ruf Akin, hingga pembenahan infrastruktur di lokasi timur Indonesia dapat diselesaikan.

Saturday, September 1, 2018

Orang Terkaya di Indonesia Raih Medali Perunggu dalam Asian Games 2018

Indonesia mendapatkan penambahan satu medali perunggu dari cabang berolahraga (cabor) bridge dalam gelaran Asian Games 2018. Namun, tidak banyak yang menyang ka jika yang menyumbang medail itu untuk Tanah Air ialah orang paling kaya di Indonesia, yaitu Bambang Hartono.

Bambang tampil di cabor Bridge dalam kelompok supermixed tim yang berjalan di JIExpo Kemayoran, Ballroom, Minggu 26 Agustus 2018 malam WIB. Dalam kelompok ini, Bambang tampil bersama dengan rekanan setimnya, Bert Toar Polii. Walau telah tidak lagi berumur muda, 78 tahun , akan tetapi Bambang masih dapat tampil kompetitif.

Baca Juga : KA Progo dan Harga Tiket KA Progo

Bagaimana tidak , pasalnya dapat mengambil langkah jauh sampai ke semi final. Bersama dengan rekanan setimnya, Bambang menghimpun 60,00 point serta memiliki hak menggondol medali perunggu Asian Games 2018.

Semangat serta perjuangan Bambang tentu saja pantas diapresiasi. Walau berstatus menjadi orang paling kaya di Tanah Air, akan tetapi kenyataannya Bambang tidak sangsi untuk terjun langsung mengharumkan nama Indonesia.

Baca Juga : Jadwal KA Progo dan KA Ranggajati

Menurut berita yang dikutip dari situs sah Asian Games 2018, Bambang telah tekuni permainan bridge semenjak berumur enam tahun . Ia juga sudah mencatatkan prestasi di arena internasional, yaitu mendapatkan penghargaan medali emas yang dikasihkan oleh World Bridge Federation (WBF).

Baca Juga : Harga Tiket KA Ranggajati dengan Jadwal KA Ranggajati

Tidak hanya berstatus menjadi orang paling kaya di Indonesia, Bambang juga jadi atlet paling tua dari kontingen Indonesia yang bertanding di Asian Games 2018. Oleh karena itu, dapat mencapai medali di usianya yang tidak muda lagi, jelas menunjukkan jika siapa juga dapat mengharumkan nama Indonesia, tidak perduli umur atau type kelamin.

5 Cabor yang Berpotensi Berikan Medali Emas bagi Indonesia di Hari Ke-10 Asian Games 2018

Indonesia menjadi tuan-rumah gelaran Asian Games 2018 sudah mengoleksi sekitar 50 medali sampai hari ke-8 diselenggarakannya pertandingan berolahraga empat tahun an antarnegara se-Asia itu. Perolehan itu salah satunya 22 medali emas, 15 medali perak, serta 27 medali perunggu.

Bertanding pada hari ke-9, Senin 27 Agustus 2018 kontingen Indonesia mendapatkan penambahan sekitar 10 medali emas dimana delapan salah satunya didapat dari cabang berolahraga (cabor) pencak silat serta dua lagi dari cabor panjat tebing.

Baca Juga : KA Maharani dan Harga Tiket KA Maharani

Perolehan itu membuat Indonesia menggeser tempat Iran untuk ada di rangking ke empat klassemen pencapaian medali sesaat Asian Games 2018. Indonesia sebenarnya masih tetap mempunyai kesempatan untuk meningkatkan pundi-pundi pencapaian medali emas di hari ke-10 Asian Games 2018.

Lebih di hari ini ada lima cabor yang akan dipertandingan, yang punya potensi memberi medali emas untuk Indonesia. Ke lima cabor itu ialah Panahan, Bulu tangkis, Skateboard, Sepak Takraw serta Voli Pantai.

Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Imam Nahrawi, memaparkan bonus yang akan dicapai beberapa atlet Indonesia yang tampil di arena Asian Games 2018. Imam pastikan jika bonus yang fenomenal akan didapat beberapa atlet, terpenting yang sukses mencapai medali emas.

Imam memaparkan besaran bonus yang akan dicapai beberapa peraih medali emas. Bonus dari mulai Rp800 juta sampai Rp1,5 miliar sudah menunggu beberapa atlet yang sukses mencapai medali emas.

Baca Juga : Jadwal KA Maharani dengan KA Penataran

“Pemerintah telah mempersiapkan serta mendata beberapa peraih emas. Untuk single, semasing akan memperoleh Rp1,5 miliar, untuk dobel semasing Rp1 miliar, lalu buat rombongan atau team itu semasing Rp800 juta sampai 900 juta. Pelatih serta asisten pelatih, dan peraih medali perak serta perunggu pasti akan memperoleh bonus,” tutur Imam, dalam konferesi wartawan yang diselenggarakan di Media Press Centre (MPC) Asian Games 2018, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Walau demikian, Imam tidak mengatakan besaran bonus yang akan dicapai pelatih, asisten pelatih, dan beberapa atlet yang mencapai medali perak serta perunggu. Tapi, ia pastikan jika besarannya tidak kalah fenomenal dari beberapa peraih emas. “Bonus pada pelatih, asisten pelatih, dan peraih perak serta perunggu anggarannya tentu tambah lebih besar dari yang di Incheon tempo hari,” papar Imam.

Baca Juga : Harga Tiket KA Penataran dengan Jadwal KA Penataran

Tidak hanya uang, beberapa atlet pasti akan memperoleh bonus yang lain. Beberapa bonus itu ialah status pegawai negeri sipil (PNS) pada peraih medali dan bonus rumah untuk peraih medali emas, perak, serta perunggu yang akan disediakan Kementerian PUPR. Berkaitan pencairannya, Imam Nahrawi, janji tidak akan menahan-nahan penelusuran bonus untuk peraih medali Asian Games 2018. Persisnya, bonus akan dicairkan sesudah gelaran Asian Paragames 2018 tuntas.

Perolehan Medali Lampaui Target, Menpora Apresiasi Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2018

Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Imam Nahrawi, mengapresiasi perjuangan beberapa atlet Indonesia yang bertanding di arena Asian Games 2018. Karena usaha keras mereka, catatan medali Indonesia juga sekarang sudah melebihi tujuan 16 emas.

Pada hari ke-9 gelaran Asian Games 2018, Indonesia mencapai hasil yang apik dengan perolehan delapan emas! Sekitar delapan emas itu semua datang dari cabang berolahraga (cabor) pencak silat.

Baca Juga : KA Kaligung dan Harga Tiket KA Kaligung

Selama ini, kontingen Merah Putih sudah mencapai 60 medali yang terbagi dalam 20 emas, 14 perak, serta 26 perunggu. Dengan catatan itu, Indonesia juga sekarang menempati di tempat ke empat pada klassemen sesaat pencapaian medali Asian Games 2018.

Menpora begitu bersukur lihat hasil yang demikian fenomenal ini. Ia juga meyakini catatan medali Indonesia masih tetap selalu makin bertambah karena gelaran Asian Games 2018 akan berjalan beberapa waktu ke depan.

Baca Juga : Jadwal KA Kaligung dan KA Kamandaka

“Tentunya, ini perolehan yang mengagumkan dari semua atlet. Totalitas itu yang butuh dikasihkan, kita pantas memberikan animo pada mereka. Masih tetap ada waktu buat kita untuk selalu mencapai medali emas lagi sampai titik darah penghabisan,” tutur Imam, waktu pertemuan wartawan yang diselenggarakan di Media Press Center Asian Games 2018, Senin (27/8/2018).

“Kami selalu men-support beberapa atlet yang tengah berperang sampai benar-benar keringat kita habis, sampai titik darah penghabisan. Ini satu deskripsi jika atlet kita benar-benar berjuang habis-habisan,” lanjutnya.

Imam juga memperingatkan penduduk untuk masih memberikan support pada beberapa atlet yang tidak berhasil mencapai medali. Hal seperti ini mesti dikerjakan karena beberapa atlet sudah berjuang sekuat tenaga.

Baca Juga : Harga Tiket KA Kamandaka dengan Jadwal KA Kamandaka

“Selain memberi animo, buat yang belumlah sukses, janganlah sesekali kita bully. Janganlah sesekali kita singgung perasaannya. Demikian sebaliknya, kita mesti dukungan, mesti dukung karena di hati mereka tidak ada secuil juga kemauan untuk kalah. Mereka telah berjuang sekuat tenaga mereka,” tukasnya.

Malaysia Pilih Mundur, Komang Harik Sumbang Emas Ke-17 bagi Indonesia di Asian Games 2018

Cabang berolahraga (cabor) pencak silat belumlah senang untuk memberi medali emas buat Indonesia di arena Asian Games 2018. Kesempatan ini giliran Komang Harik Adi Putra yang persembahkan emas di nomer tanding kelas E (65-70 kg) putra yang berjalan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8/2018) siang WIB.

Baca Juga : KA Jenggala dan Harga Tiket KA Jenggala

Komang juga persembahkan emas ke-17 buat Indonesia yang membuat posisinya naik satu tingkat pada klassemen sesaat pencapaian medali Asian Games 2018. Kesuksesan ini sekaligus juga membuat cabor pencak silat sudah memberikan lima medali emas selama ini.

Emas sukses didapatkan Komang selesai wakil Malaysia Mohd Al Jufferi Jamari asal Malaysia mengundurkan diri. Berlainan dengan final tanding yang pertama, pertandingan kesempatan ini berjalan begitu sengit serta panas, mengingat lawan yang dihadapi ialah musuh bebuyutan Malaysia.

Baca Juga : Jadwal KA Jenggala dengan KA Kahuripan

Pada set pertama, Komang sebenarnya menguasai jalannya pertempuran. Permainan agresif juga dtunjukkan Komang yang tampak begitu berhasrat untuk mencapai medali. Harapannya mencapai emas juga terbuka lebar sesudah unggul jauh pada set pertama.

Tapi pada set ke-2, pesilat Malaysia juga tidak ingin kalah. Ia dapat tunjukkan perlawanan yang seru pada Komang. Puncaknya ada set ke-3, pesilat Malaysia hampir mencapai medali emas sesudah sudah sempat unggul 2-3.

Namun kondisi berbalik mendekati pertandingan selesai. Komang tunjukkan perlawanan serta berbalik unggul 4-1. Akan tetapi mendekati dua detik pertandingan set ke-2 selesai, Malaysia melayang kan memprotes karena tidak senang dengan ketetapan juri serta memohon video ulangan. Malaysia yang sudah memohon tayang an lagi 2x tidak mendapatkan peluang lagi.

Baca Juga : Harga Tiket KA Kahuripan dengan Jadwal KA Kahuripan

Tidak disikapi, Malaysia pada akhirnya pilih mundur karena terasa dicurangi. Hal tersebut juga menguntungkan buat Komang serta pastikan Indonesia mencapai emas ke-17 di arena Asian Games 2018.

Pesan Menpora Malaysia kepada Sang Atlet yang Merasa Dicurangi di Pencak Silat Asian Games 2018

Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq, mengakui masih bangga dengan apakah yang dicapai atletnya Mohd Al Jufferi Jamari yang tampil di cabang berolahraga (cabor) pencak silat. Walau mesti pilih kalah serta mencapai perak, tapi Saddiq terasa senang dengan perolehan sang atlet.

Baca Juga : KA Cimalaya Ekspres dan Harga Tiket KA Cimalaya Ekspres

Pada Asian Games 2018, Jufferi yang berstatus juara dunia mesti mengaku kelebihan wakil Indonesia, Komang Harik Adi Putra di nomer tanding kelas E (65-70 kg) putra. Jufferi pilih mundur dari laga sesudah terasa dicurangi wasit pada posisi 1-4 serta waktu tersisa dua detik akhir pertandingan selesai.

Walau demikian, Syed Saddiq tidak menyesali pilihan Jufferi untuk mundur. Bukan karena masalah benar ataukah tidak, tapi apakah yang sudah diraih Jufferi telah membuatnya bangga. Ditambah lagi Jufferi juga salah satunya atlet yang membesarkan hati Malaysia di cabor pencak silat.

Baca Juga : Jadwal KA Cimalaya Ekspres dan KA Jaka Tingkir

"Saya jelaskan pada dia (Jufferi), saya akan tidak terima permintaan maafnya karena saya tidak paham mengapa dia mohon maaf. Saya begitu senang serta bangga akan perolehan beliau," kata Syed di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah.

"Saya ketahui dia down tetapi janganlah bersedih karena dia ialah pemain nomer satu dunia serta saya pikir akan terdapat beberapa lagi kemenangannya yang akan diraih," imbuhnya.

Baca Juga : Harga Tiket KA Jaka Tingkir dengan Jadwal KA Jaka Tingkir

Syed juga memohon penduduk Malaysia tidak untuk mempersalahkan beberapa pemain. Akan tetapi keberuntungan memang tidak berpihak pada Malaysia yang akhrinya mesti senang mencapai medali perak. "Janganlah kadang-kadang salahkan pemain kita, tetapi jika kita lihat perform yang diperlihatkan saya pikir itu teramat baik. Saya bangga dengan dia meskipun pada laga barusan akhirnya tidak berpihak pada kita," tutupnya.a