Friday, February 9, 2018

Berbenah Sambut Wisatawan Kapal Pesiar

Menurut Rommy Fauzi, untuk pasar Singapura pihaknya telah jual paket perjalanan wisata dari Silangit ke sekitaran Danau Toba dengan harga 299 Dolar Singapura sepanjang 3 hari 2 malam, serta 349 Dolar Singapura untuk 4 hari 3 malam, untuk dua orang.

Diluar itu, hadirnya kapal pesiar berupa tempat tinggal kebiasaan Batak di Danau Toba diinginkan juga akan berikan service baru untuk berkunjung ke beragam tempat wisata di sekitaran Danau Toba, yang selanjutnya juga akan tingkatkan lama tinggal wisatawan.

Untuk penuhi keperluan generasi milenial yang selalu tersambungsi internet setiap waktu, pihak Telkom tengah membuat jaringan kabel serat optic untuk semua lokasi wisata di Pulau Samosir, dengan service minimum 3G. " Sekarang ini tengah dibuat dari Dolok Sanggul ke Pangururan, " kata Rommy.

Mengingat sekarang ini wisman paling banyak yang bertandang ke Sumatera Utara serta Danau Toba datang dari Malaysia, jumahnya nyaris 50 %, jadi beberapa aktor usaha restoran serta hotel di Pulau Samosir disuruh sediakan service yang halal.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Bukit Raya

Menurut Bupati Samosir Rapidin Simbolon, hotel serta restoran yang sediakan service halal telah ada ckup di Samosir. " Mungkin saja pelayannnya yang butuh ditingkatkan, termasuk juga masalah kebersihan, " tuturnya.

Yg tidak kalah perlu, yakni mempersiapkan warga orang-orang sekitaran Dana Toba untuk menyongsong hadirnya wisatawan di daerahnya lewat beragam aktivitas sosialisaisi, terlebih lewat gereja.

" Lewat khotbah-khotbah di gereja diinginkan orang-orang di beri pemahaman masalah faedah industri pariwisata, bagaimana caranya berperilaku hadapi wisatawan, dan bagaimana caranya untuk melindungi kelestarian alam serta budaya setempat, " kata Rommy.

Untuk kebutuhan sosialisasi itu Tubuh Otorita Pariwsaiata Danau Toba telah merajut kerja sama juga dengan pihak Gereja Katolik serta Gereja HKBP di Sumatera Utara.

Tetapi Sebastian Hutabarat, seseorang pegiat lingkungan serta pariwisata di Balige menyebutkan program sosialisasi pariwisata lewat khotbah di gereja tidak cukup, namun berikan contoh yaitu langkah paling baik.

Baca Juga : Harga Tiket Kapal Binaiya

" Pemberdayaan tempat tinggal kebiasaan Batak jadi homestay yaitu contoh yang terbaik. Orang-orang yang mengupayakan tempat tinggalnya jadi tempat penginapan, juga akan memperoleh faedah dengan segera, serta dengan sendirinya juga akan memberi service yang paling baik supaya usahanya jalan lancar serta berlanjut. Berikan contoh yang beda, itu yang butuh, " kata Hutabarat.

No comments:

Post a Comment